Persiapan yang mepet dan materi pemain apa adanya menjadi kendala utama yang dihadapi pelatih timnas senior, Aji Santoso. Namun, Aji tetap bekerja keras membangun kekuatan menjelang menghadapi Bahrain pada laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2014 di Manama, 29 Februari mendatang.
Di tengah keterbatasan, Aji tetap dituntut untuk bisa menyiapkan tim secara maksimal. Untuk itulah upaya maksimal pun telah dilakukan. Salah satunya menyiapkan strategi terbaik untuk menghadapi keunggulan teknis dan fisik para pemain Bahrain yaitu bermain dengan bola-bola pendek.
"Saya telah menyaksikan tayangan ulang saat timnas menghadapi Bahrain. Mereka memang memiliki keunggulan postur tubuh. Dasar itulah yang membuat kami harus bermain dengan bola pendek untuk bisa mengimbangi mereka," papar Aji.
Di samping memperkuat strategi bola pendek, Aji juga menginstruksikan pemainnya untuk menghindari bermain dengan bola-bola panjang. Menurutnya, itu akan sangat tidak efektif karena lawan pasti akan lebih baik bermain dengan strategi itu.
"Sudah saya bilang kepada anak-anak agar menghindari long ball bila tidak terpaksa, dan memaksimalkan bola pendek. Bahrain pasti akan memaksimalkan keunggulan postur tubuh mereka, sehingga kami tidak boleh terbawa irama permainan mereka," imbuh mantan bek kiri timnas.
Timnas senior bermaterikan sebagian besar pemain eks Timnas U-23 SEA Games ditambah beberapa pemain senior yang semua pemain itu berlaga di kompetisi LPI. Sementara para pemain terbaik LSI diabaikan oleh PSSI.




