22
May 2012
02:45:00 AM | Author: Stefanus Sealtiel | Dilihat: 683 kali

Spanyol seperti telah lepas dari kutukan. Sebelumnya, Spanyol lebih dikenal sebagai tim bermaterikan pemain bintang yang tak pernah memenangi trofi di turnamen besar kecuali Euro 1964. Bahkan mereka pernah 'dikerjain' oleh Korea Selatan di Piala Dunia 2002.

Namun, semuanya berubah saat Spanyol bermain dengan gaya Tiqui-taca atau diistilahkan tiki-taka. Gaya bermain yang dipakai oleh Barcelona dan kemudian diadaptasi ke timnas. Diolah oleh Luis Aragones yang memberikan trofi Euro 2008 dan disempurnakan oleh Vicente del Bosque. Dan, Spanyol pun menjadi yang terbaik di Piala Dunia 2010.

Sungguh sebuah ironi bila tiki-taka yang bertumpu pada pergerakan atau lebih tepatnya perpindahan di antara pemain tengah dengan umpan-umpan pendek bersumber dari klub Barcelona dan kemudian digunakan oleh Spanyol. Klub dari wilayah Catalonia yang lebih sering dianggap sebagai pemberontak oleh pemerintah pusat. Bahkan di timnas, pemain dari Barca kerap dinomorduakan. Kini, pasukan Blaugrana justru menjadi tiang utama La Furia Roja.

Tak heran bila persaingan panas Barca dan Real Madrid yang juga menjadi tulang punggung timnas bisa mengganggu keharmonisan pemain dari kedua klub. Repotnya, perseteruan itu memang panas selama beberapa musim terakhir. Dan, 'pengganggu' itu justru berasal dari luar Spanyol. Sosok seperti Lionel Messi (Argentina), Cristano Ronaldo dan Jose Mourinho (Portugal) secara tidak langsung telah memanaskan persaingan di antara pemain Spanyol.

Kiper Madrid yang sekaligus kapten La Roja Iker Casillas pernah langsung menghubungi kapten Barca, Carles Puyol, usai ketegangan el Clasico. Casillas tak ingin perseteruan kedua klub mengganggu keharmonisan timnas. Hal yang juga dirasakan oleh Del Bosque.

Ketegangan setidaknya mulai mereda setelah Madrid memastikan gelar juara La Liga sebelum berakhirnya kompetisi. Ini ikut membantu meredam suasana panas. Apalagi, dua raksasa itu tak lolos ke final Liga Champions. Del Bosque juga bernafas lega, bila el Clasico di Copa del Rey sudah berlangsung di babak awal sehingga tak perlu digelar di final.

Terpenting bagi Del Bosque adalah menjaga keharmonisan tim. Apalagi, Spanyol menjadi tim unggulan di Euro 2012. Babak kualifikasi menjadi bukti mereka bisa melupakan rivalitas sehingga hasil sempurna alias memenangkan semua laga.

Bahkan Spanyol selalu mencetak minimal dua gol dalam setiap pertandingan. Mereka hanya sekali mengalami kerepotan saat menaklukkan Skotlandia 3-2. Bahkan laga sempat sama kuat 2-2 sebelum Fernando Llorente mencetak gol kemenangan, 10 menit menjelang bubaran.

Sukses itu yang menjadikan Spanyol sangat optimistis menyambut putaran final di Polandia/Ukraina. Ambisi besar sudah dicanangkan oleh Del Bosque, yaitu mencetak hat-trick juara di turnamen besar. Apalagi, belum ada tim Eropa yang mampu melakukannya.

"Belum ada yang memenangi Euro, Piala Dunia dan Euro lagi. Ini target besar kami. Kita lihat saja apakah kami mampu memenuhinya," tandas Del Bosque.

Spanyol memang memiliki modal bagus karena skuadnya tak banyak berubah. Namun, Del Bosque dihadapkan pada absennya pemain pilar seperti Puyol. Sementara, David Villa diragukan bisa fit setelah tak bermain sejak Desember tahun lalu akibat cedera patah kaki. Repotnya, striker Fernando Torres yang menjadi mesin gol malah menurun produktivitasnya. Hanya saja, Spanyol masih tetap menjadi unggulan di Euro 2012. (foto: yahoo)

Bintang
Juan Mata

Salah satu produk dari akademi Real Madrid yang kemudian dibuang saat mulai tumbuh besar. Dan, Valencia yang beruntung bisa mendapatkannya. Valencia sukses menjadikan pemain sayap bernama lengkap Juan Manuel Mata Garcia ini menjadi bintang muda yang menonjol di La Liga Spanyol.

Hasilnya, Los Che bisa menjualnya kembali dengan harga tinggi, 23,5 juta poundsterling, kepada Chelsea. Dan, tidak sia-sia memang the Blues membelinya. Terbukti, Mata ikut mengantarkan Chelsea memenangi Liga Champions untuk pertama kalinya. Meski gagal sebagai eksekutor pertama dalam drama adu penalti melawan Bayern Munich di final, namun itu tak mengurangi kontribusinya.

Mata biasa bermain di sayap atau gelandang serang. Dia memiliki keistimewaan dalam kreativitas, akselerasi, kecepatan dan teknik yang tinggi. Dia juga termasuk pemain serbabisa. Ini yang mmebuat pemain berusia 24 ini tak kesulitan beradaptasi dengan Liga Premiere Inggris. Keistimewaannya membuat dia disebut-sebut sebagai perpaduan David Silva dan legenda Chelsea, Gianfranco Zola.

Mata sudah melejit sejak usia muda. Dia sudah menjadi bagian dari skuad Spanyol yang memenangi Piala Dunia 2010. Sayang, dia tidak tampil di final. Tahun berikutnya, Mata kembali ke timnas U-21 dan membawa Spanyol memenangi Piala Eropa U-21.

Di antara angkatannya seperti Roberto Soldado, Esteban Granero dan Miguel Torres, misalnya, Mata memang termasuk yang menonjol. Dirinya disebut sebagai playmaker muda terbaik di generasinya. Mata diprediksi akan menjadi salah satu bintang yang melejit.

Perjalanan di Kualifikasi Euro 2012
03/09/10 Liechtenstein vs Spanyol 0-4
08/10/10 Spanyol vs Lithuania 3-1
12/10/10 Skotlandia vs Spanyol 2-3
25/03/11 Spanyol vs Rep. Ceko 2-1
29/03/11 Lithuania vs Spanyol 1-3
06/09/11 Spanyol vs Liechtenstein 6-0
07/10/11 Rep. Ceko vs Spanyol 0-2
11/10/11 Spanyol vs Skotlandia 3-1

Prestasi di Euro
Euro 1964 Juara
Euro 1980 Penyisihan Grup
Euro 1984 Runners-up
Euro 1988 Penyisihan Grup
Euro 1996 Perempat final
Euro 2000 Perempat final
Euro 2004 Penyisihan Grup
Euro 2008 Juara

Skuad
kiper: Iker Casillas (Real Madrid), Pepe Reina (Liverpool), David De Gea (Manchester United), Victor Valdes (Barcelona)
belakang: Andoni Iraola (Athletic Bilbao), Raul Albiol (Real Madrid), Jordi Alba (Valencia), Alvaro Arbeloa (Real Madrid), Alvaro Dom?nguez (Atletico Madrid), Nacho Monreal (Malaga), Sergio Ramos (Real Madrid), Juanfran Torres (Atletico Madrid), Gerard Pique (Barcelona)
tengah: Isco Alarcon (Malaga), Xabi Alonso (Real Madrid), Santi Cazorla (Malaga), Benat (Real Betis), Javi Garcia (Benfica), Bruno Soriano (Villarreal), David Silva (Manchester City), Jesus Navas (Sevilla), Andres Iniesta (Barcelona), Xavi Hernandez (Barcelona), Sergio Busquets (Barcelona), Juan Mata (Chelsea), Javi Martinez (Athletic Bilbao), Cesc Fabregas (Barcelona), Thiago Alcantara (Barcelona)
depan: Adrian Lopez (Atletico Madrid), Alvaro Negredo (Sevilla), Roberto Soldado (Valencia), Fernando Torres (Chelsea), David Villa (Barcelona), Fernando Llorente (Athletic Bilbao)

Tags:
spanyol euro 2012

KOMENTAR
JADWAL TV
  • Liverpool
    VS
    AS Roma
    Global TV 24/07/14 06:00 WIB
  • Inter Milan vs Real Madrid
    Indosiar 27/07/14 05:00 WIB
Baca Selanjutnya