01
Jul 2011
08:04:25 AM | Author: Stefanus Sealtiel | Dilihat: 771 kali

Turnamen sepakbola terbesar di Amerika Selatan, Copa America 2011, digelar di Argentina. Sudah pasti turnamen ini menjadi ajang pamer kualitas individu pemain Amerika Selatan.

Tuan rumah misalnya memiliki Lionel Messi. Sementara, Brasil memamerkan Neymar yang makin mengilap setelah membawa Santos memenangi Copa Libertadores. Bintang yang masih berusia 19 ini tengah menjadi buruan klub-klub top Eropa.

Namun Copa America tak hanya berbicara Messi dan Neymar. Masih ada deretan pemain muda yang diprediksi bakal bersinar. Inilah mereka.

1. Lucas (18/Brasil)
Gelandang serang Sao Paulo yang disebut sebagai wonderkid. Tipikal Brasil, kencang dengan skill tinggi menyusuri sisi sayap. Ia sudah dipantau oleh beberapa klub top Eropa.

Bahkan Chelsea sudah menawar 40 juta euro. Namun tawarannya ditolak. Manchester United juga berminat menggaetnya. Penampilan yang baik di Copa America di Argentina bisa meningkatkan harganya.

2. Javier Pastore (22/Argentina)
Salah satu pemain paling hot di bursa transfer. Pemain Palermo ini menjadi incaran berbagai klub. Namun, Palermo sudah menolak tawaran 50 juta euro dari klub yang masih dirahasiakan. Copa America menjadi ajang pembuktian bahwa Pastore memang pantas berharga mahal.

3. Javier Hernandez (23/Meksiko)
Dari Liga Premiere Inggris menuju Piala Emas dan kemudian berlaga di Copa America. Penampilannya sudah mencuat di liga Inggris meski baru di tahun pertama.

Penyerang yang akrab disapa Chicharito ini makin mengilap saat tampil di Piala Emas. Dirinya menjadi top scorer dengan mengoleksi tujuh gol dan terpilih sebagai MVP (most valuable player). Gelarnya makin lengkap karena membawa

Meksiko menjadi juara setelah menaklukkan Amerika Serikat. Hernandez bakal makin bersinar di Copa America.

4. Michael Arroyo (24/Ekuador)
Bintang klub San Luis Meksiko ini menjadi salah satu pemain paling diwaspadai saat berlaga di Copa Libertadores. Ia pemain terbaik klubnya. Arroyo tak hanya jago menciptakan peluang bagi rekannya tapi juga mencetak gol. Meski baru memiliki sembilan caps, tapi dia sudah menjadi pilar tim.

5. Lucas Barrios (26/Paraguay)
Ketajamannya tak diragukan. Dia mencetak 19 gol bagi juara Bundesliga, Borussia Dortmund. Konsistensinya dalam urusan mencetak gol sudah terbukti sejak bermain di Colo-Colo pada 2008. Tak heran bila dirinya diboyong ke Jerman.

6. Jose Salomom Rondon (21/Venezuela)
Rondon sukses mencetak 14 gol dari 29 laga bersama Malaga musim ini. Melakukan debut di timnas senior pada usia 18.

Sejak itu performanya terus berkembang. Ia punya kelebihan menempatkan posisinya dan tetap tenang meski dikawal ketat lawan.

7. Giovani dos Santos (22/Meksiko)
Usianya masih 22. Namun, Giovani merupakan pemain yang paling banyak memperkuat timnas dengan 45 caps. Dia selalu tampil menawan di el Tri tapi ironisnya gagal bersinar di klubnya, Tottenham Hotspur. Manajer Harry Redknapp lebih sering membangkucadangkannya.

Dirinya kembali menjadi tumpuan setelah Meksiko terpaksa memulangkan delapan pemain termasuk adik Giovanni, Jonathan dos Santos akibat skandal seks.

8. Aldo Corzo (22/Peru)
Bek kanan yang memikat penampilannya di Universidad San Martin. Terutama? saat berlaga di Copa Libertadores. Kini dirinya mendapat kesempatan unjuk kebolehan di Copa America bersama timnas. Corzo makin termotivasi karena membuka peluang untuk bermain di Eropa.

9. Edinson Cavani (24/Uruguay)
Ujung tombak Napoli yang menjalani musim terbaiknya di Serie A Italia dengan mencetak 33 gol di semua ajang kompetisi. Di Piala Dunia 2010, ia bersama Diego Forlan dan Luis Suarez mempesona dengan menempati peringkat keempat.

Deretan klub besar Eropa sudah mengincarnya. Namun Napoli tak tertarik melepasnya. Bila ada klub yang menginginkannya, mereka harus membayar di atas 100 juta euro! Secara tidak langsung, Napoli tak menghendaki dia pergi.Napoli akan mengandalkan di ajang Liga Champions.

10. Alexis Sanchez (22/Cile)
Yang paling panas di antara bintang di Copa America. Pemain Udinese ini menjadi buruan utama klub-klub Eropa. Tampaknya, Barcelona yang berpeluang menggaetnya.

Sanchez bisa bermain sebagai sayap atau gelandang. Ia punya kecepatan, dan naluri gol yang tinggi. Tandemnya bersama Antonio di Natale berhasil menjadi duet maut di Serie A mengalahkan Maradona-Careca semasa di Napoli.

Tags:
copa america

KOMENTAR
JADWAL TV
  • Liverpool
    VS
    Real Madrid
    SCTV 23/10/14 01:45 WIB
  • Real Madrid vs Barcelona
    RCTI 25/10/14 01:45 WIB
Baca Selanjutnya