TWITTER UPDATE
13
Sep 2012
07:04:41 AM | Author: Murtianto | Dilihat: 282 kali

Ribuan dokumen resmi yang terkait dengan bencana sepak bola Hillsborough 1989 di Inggris, di mana 96 penggemar Liverpool meninggal dunia, dipublikasikan untuk pertama kalinya pada Rabu.

Para kerabat korban - yang meninggal setelah tragedi di Stadion Hllsborough milik Sheffield Wednesday di Yorkshire, Utara Inggris - berharap dokumen-dokumen itu akan memberi titik terang mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Dokumen-dokumen tersebut didapat dari arsip-arsip milik 80 organisasi, termasuk pemerintah Inggris, Kepolisian Yorkshire Selatan, Dewan kota Sheffield, pemeriksa mayat Yorkshire Selatan, serta pemadam kebakaran dan rumah sakit.

Dokumen-dokumen pemerintah biasanya tidak dipublikasikan di Inggris sampai melalui masa 30 tahun setelah dokumen itu ditulis, namun pada anggota dewan pada Agustus tahun lalu setuju untuk mempublikasikannya, tanpa menyensor pengungkapan semua dokumen yang berkaitan dengan tragedi itu.

Keputusan itu diambil setelah lebih dari 100.000 orang menandatangani petisi pemerintah via internet, yang memicu perdebatan di parlemen mengenai perilisan berkas-berkas mengenai bencana itu, yang terjadi pada semifinal Piala FA melawan Nottingham Forest.

Petisi via internet itu saat ini sudah ditanda tangani oleh lebih dari 156.00 orang.

Keluarga orang-orang yang terbunuh pada tragedi olahraga terbesar di Inggris itu kini untuk pertama kalinya mendapat akses terhadap lebih dari 400.000 halaman dokumen di Liverpool pada Rabu pagi, sebelum berkas-berkas itu diungkapkan ke publik pada sore hari.

Panel Independen Hillsborough, yang mengawasi proses tersebut, mempublikasikan laporan yang menjelaskan muatan dokumen-dokumen itu.

David Cameron akan membuat pernyataan mengenai laporan tersebut kepada para anggota dewan pada malam hari.

Laporan yang dibuat oleh kepala peradilan, Peter Taylor, yang dipublikasikan pada 1990, menemukan bahwa alasan utama dari bencana tersebut adalah kegagalan "kendali polisi." Para keluarga korban mengatakan tidak adil bahwa tidak ada satu pun individu atau organisasi yang bertanggung jawab penuh terhadap tragedi itu.

Mereka menyebut kepolisian lokal gagal menerapkan rencana darurat dan bahwa para penggemar Liverpool di Leppings Lane ditolak untuk mendapat perawatan medis.

"Kami menginginkan tanggung jawab terhadap 96 nyawa," kata Margaret Aspinall, yang putranya, James, meninggal pada bencana tersebut, kepada BBC.

"Mudah-mudahan ini akan menjadi hari yang baik bagi kota ini, bagi para penggemar, namun yang paling penting bagi para keluarga, dan mudah-mudahan kami mendapat apa yang mestinya kami dapatkan 23 tahun silam," tambah Aspinall, ketua Grup Pendukung Keluarga Hillsborough.

Kota Liverpool akan melakukan mengheningkan cipta selama dua menit pada pukul 15:06 waktu setempat (14:06 GMT) - waktu di mana pertandingan itu terpaksa dihentikan - sebagai tanda penghormatan pada para korban, yang kemudian diikuti penyalaan lilin. (Ant/foto: yahoo.com)

Tags:
HillsboroughLiverpool

KOMENTAR
JADWAL TV
  • AS Roma
    VS
    Napoli
    TVRI 20/05/13 01:45 WIB